Sepanjang tahun 2015, Direktorat Obat Asli Indonesia Badan POM telah menyelenggarakan 3 (tiga) kali seminar ilmiah tanaman obat bertajuk tanaman obat binahong, kelor dan pegagan. Penyelenggaraan seminar ilmiah tanaman obat tersebut merupakan salah satu upaya Badan POM dalam pengembangan obat asli Indonesia, antara lain untuk mempromosikan jamu sebagai produk unggulan Indonesia, meningkatkan citra jamu sebagai obat tradisional yang aman dan berkhasiat, menambah pengetahuan tentang tanaman pegagan dan meningkatkan kompetensi Apoteker, mendorong pelaku usaha obat tradisional agar meningkatkan produktivitas dan kreativitas, serta menciptakan komunikasi yang sinergis diantara pemerintah dan peneliti/akademisi dengan pelaku industri obat tradisonal.

Salah satu penyelenggaraan seminar ilmiah yang baru-baru ini dilaksanakan pada 8 Desember 2015 mengangkat tema tanaman obat pegagan (Centella asiatica (L.) Urb.). Dalam seminar ilmiah kali ini mengulas berbagai topik ilmiah dan terkini terkait tanaman obat pegagan mulai dari aspek regulasi obat tradisional; perspektif perlindungan hak kekayaan intelektual industri kecil tradisional jamu; penyediaan bahan baku; etnomedisin, keamanan dan manfaat; teknologi ekstraksi; peluang pasar; hingga pemanfaatan untuk pengobatan tradisional oleh praktisi medis. Materi tersebut disampaikan oleh narasumber ahli di bidang terkait, dari sektor instansi pemerintahan yaitu Drs. Ondri Dwi Sampurno, M. Si, Apt (Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplemen, Badan POM),Ir. Razilu, M. Si (Sekretaris Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM), Dr. Otih Rostiana, M.Sc (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian), serta dr. Aldrin Neilwan P., Sp.Ak, MARS, M.Kes, M. Biomed (Onk) (Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif dan Komplementer, Kementerian Kesehatan; Sekretaris Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia). Sedangkan narasumber dari perguruan tinggi adalah Dr. Abdul Mun’im, M.Si, Apt (Fakultas Farmasi, Universitas Indonesia) dan narasumber dari pelaku usaha Dr. Raphael Aswin Susilowidodo, M.Si (PT. Soho Global Health).

Seminar dihadiri oleh kurang lebih 250 orang peserta dari kalangan industri obat tradisional, akademisi bidang farmasi, asosiasi dan instansi pemerintah. Seminar ini didukung oleh Ikatan Apoteker Indonesia dan kepada para peserta diberikan nilai satuan kredit partisipasi (SKP) sebesar 5 (lima) sebagai bagian Program Pengembangan Pendidikan Apoteker Berkelanjutan (P2AB) yang merupakan upaya sistematis pembelajaran seumur hidup untuk meningkatkan danmengembangkan kompetensi apoteker. Direktorat Obat Asli Indonesia, Badan POM, sebagai panitia penyelenggara, pada acara ini memberikan suvenir berupa berbagai jenis tanaman obat kepada seluruh peserta yang mengikuti seminar hingga selesai, dengan tujuan untuk lebih menggalakkan gerakan menanam tanaman obat sehingga dapat dimanfaatkan sebagai apotik herbal keluarga.

Berdasarkan hasil survei penyelenggaraan kegiatan, peserta menyambut acara seminar ilmiah ini dengan antusias dan berharap senantiasa diselenggarakan. Diharapkan melalui seminar ini dapat menjadi forum komunikasi dan dialog diantara ketiga sektor Government, Academic dan Business dalam rangka pengembangan dan peningkatan citra jamu. Melalui seminar ini peserta dapat menambah pengetahuan mengenai data ilmiah tanaman pegagan untuk mendukung pemanfaatannya, serta memberikan pengetahuan tambahan bagi pelaku usaha obat tradisional untuk dapat mengembangkan produknya secara lebih aman, bermanfaat dan bermutu sehingga mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.