Informasi Umum Tumbuhan Obat

Nama Latin

Vetiveria zizanioides

Nama Indonesia

Akar wangi

Suku

Moraceae

Sinonim

Phalaris zizanioides L.; Andropogon muricatus Retzius; Andropogon zizanioides (L.)

Nama Daerah

Larasetu (Jawa), usar (Sunda).

Deskripsi

Habitus berupa rumput menahun yang membentuk rumpun yang besar, padat dengan arah tumbuh tegak lurus, kompak, beraroma, bercabang-cabang, memiliki rimpang dan sistem akar serabut yang dalam. Rumpun tumbuh hingga mencapai tinggi 1-1.5(-3) m, berdiameter 2-8 mm. Daun berbentuk bangun garis, pipih, kaku, panjang 30-75(-90) cm dan lebar 4-10(-15) mm, permukaan bawah daun licin. Perbungaan malai (tandan majemuk) terminal, panjang nya mencapai 15-40 cm, tersusun atas 6-10 lingkaran hingga 20 lingkaran yang lebih ramping, tiap tandan memiliki panjang mencapai 10 cm; ruas yang terbentuk antara tandan dengan tangkai bunga berbentuk benang, namun di bagian apeksnya tampak menebal.

Habitat dan Penyebaran

 

Deskripsi Makroskopis

Berupa akar serabut berbentuk benang-benang silindris panjang dengan permukaan bergaris membujur; diameter 1-4 mm; umumnya tidak lurus, diameter cabang 0,5-1 mm, bekas patahan tidak rata; warna cokelat kekuningan atau cokelat muda; bau khas; tidak berasa.

Kegunaan Empiris

Akar: deodoran,
rematik, nyeri tulang, peralatan, rempah, pewangi, demam, penyakit empedu,
setelah bersalin.(1)

Akar: napas
dan keringat berbau, encok, pegal-nyilu.(2)

Diaforetik.(3)

Toksisitas Akut

Uji toksisitas akut minyak V. zizanioides menggunakan metode Miller and Tainter dosis hingga 5.000 mg/kg BB pada mencit albino jantan dan betina (n=10) diperoleh LD50 2.985,38 mg/kg BB peroral.(1)

Toksisitas Subkronis

Uji toksisitas subkronis minyak V. zizanioides pada tikus albino jantan dan betina (n=10) dosis hingga 1.500 mg/kg BB/ hari peroral selama 45 dan 90 hari tidak memperlihatkan adanya perubahan pada perilaku tikus, terjadi peningkatan SGPT pada hari ke 45 tetapi tidak terjadi pada hari ke-90 serta terjadi peningkatan signifikan pada kadar glukosa dan kolesterol darah.(1)

INFORMASI UMUM TUMBUHAN OBAT
Anonim, 2009, Taksonomi Koleksi Tanaman Obat Kebun Tanaman Obat Citeureup, Volume Kedua, Direktorat Obat Asli Indonesia, Badan POM RI, Jakarta.

INFORMASI UMUM SIMPLISIA

Departemen Kesehatan RI. 2010. Suplemen I Farmakope Herbal Indonesia.

PENGGUNAAN EMPIRIS

  1. Medicinal Herbs Index in Indonesia. 2nd ed. Jakarta; 1995. p. 219.
  2. Rahayu SSB, Irwanto R, R. van der Maesen LJG. Ageratum conyzoides L. In: de Padua L., Bunyapraphatsara N, Lemmens RHM., editors. Plant Resour. South-East Asia No. 12(1) Med. poisonous plants 1. Bogor: Prosea Foundation; 1999. p. 92.
  3. S M, H R. Cabe Puyang Warisan Nenek Moyang. Jakarta: PN Balai Pustaka; 1985. p. 38.

PROFIL KEAMANAN

  1. Rashmi Tripathi et al. Acute and Subacute Toxicity Studies on Vetiver  Oil in Rats. FABAD J. Pharm. Sci. 2006;31:71–7.