Informasi Umum Tumbuhan Obat

Nama Latin

Vitex negundo L.1,2

Nama Indonesia

Lagundi laki-laki

Suku

Lamiaceae

Sinonim

VitexinciseLamk, V. paniculataLamk, V. leucoxylonBlanco.3
 

Nama Daerah

Maluku: ai tuban (Ambon), lagundi laut laki-laki (Maluku, Melayu).3

Nama Asing

Inggris: negundo chastetree, Chinese chastetree, five-leaved chaste tree, horseshoe vitex.1,3 India: sambhalu, sanduvar; nallavavili, nirkkundi, nochi, vellainochi, vennochi (tamil); nochi, vellanochi, vennochi (malayalam) indrani, nirgundi, nilanirgundi, surasa, svetasurasa, shephali, sinduvara (sanskrit). Cina: muenkim.4Malaysia: lemuni, langgundi, lenggundi, legundi, lagundi, lemuning, muning, demundi. Papua New Guinea: paparau (Kurtachi, Bougainville). Filipina: lagundi (Filipino), dangla (

Deskripsi

Semak atau pohon kecil yang meranggas, permukaan pepagan agak kasar, mengelupas dalam keripih mengertas, coklat-kemerahan muda. Daun majemuk, menjorong menyempit sampai melanset-membundar telur, berbulu balig halus kecil atau gundul di atas. Perbungaan terbatas tersusun dalam malai yang terminal atau aksiler di atas ketiak daun; mahkota ungu-biru. Buah membulat sampai membulat telur lebar, ungu atau hitam saat matang.3
 

Habitat dan Penyebaran

Jenis ini dijumpai berkelompok di daerah lembab atau sepanjang perairan, pada daerah-daerah buangan sampah, belukar dan hutan terbuka campuran, sampai ketinggian 1.700 m.3

Status Kelangkaan

Belum Dievaluasi

 

Nama Latin Simplisia

Vitecis Negundo Folium

Deskripsi Makroskopis

Daun rimpang gelagah berupa  majemuk, menjorong menyempit sampai melanset-membundar telur, berbulu baligh halus kecil atau gundul di atas.3
 

Toksisitas Akut

Uji toksisitas akut menggunakan metode OECD guidelines 425 terhadap ekstrak etanol 95% yang dibuat dengan metode perkolasi dari daun lagundi laki-laki dosis 2.000 mg/kg BB peroral pada tikus albino, tidak teramati adanya kematian dan gejala toksik pada hewan uji.15

Uji toksisitas akut menggunakan metode OECD guidelines 420 terhadap ekstrak petroleum eter dan metanol 80% yang dibuat dengan Soxhlet dari daun lagundi laki-laki diperoleh LD504.500 mg/kg BB peroral pada tikus albino galur Wistar.16

Uji toksisitas akut menggunakan metode OECD guidelines 425 terhadap ekstrak etanol 70% yang dibuat yang dibuat dengan Soxhlet dari daun lagundi laki-laki dosis 2.000 mg/kg BB peroral pada mencit albino jantan, tidak teramati adanya kematian hewan uji.17

 

Toksisitas Jangka Pendek

Belum diperoleh data

Toksisitas Subkronis

Belum diperoleh data

Toksisitas Kronis

Belum diperoleh data

Toksisitas pada Organ Khusus

Belum diperoleh data

Uji Mutagenisitas

Belum diperoleh data

Uji Teratogenisitas

Belum diperoleh data

Uji Karsinogenisitas

Belum diperoleh data

Uji Alergenisitas

Belum diperoleh data

Kontraindikasi

Pada pasien dengan masalah jantung.12
 

Efek yang Tidak Diinginkan

Belum diperoleh data

Peringatan

Belum diperoleh data

Interaksi Obat

Pemberian ekstrak etanol yang dibuat dengan alat Soxhlet dari daun kering lagundi laki-lakidosis 62,5; 125, 250, 500, 1.000 mg/ kg BB selama 6 hari berturut-turutdan parasetamol (dosis 100 mg/kg BB, pada hari ke-3 dan ke-6) pada tikus albino galur Charles Foster menunjukkan penurunan bioavailabilitas (absorpsi, konsentrasi plasma dan intensitas respon terapeutik) dari parasetamol secara signifikan.Konsumsi bersamaan dengan parasetamol dapat menurunkan bioavailabilitas parasetamol.14

Uji Pre Klinik In Vitro

Denaturasi protein jaringan merupakan salah satu penyebab terjadinya inflamasi dan arthritis melalui pembentukan auto antigen. Uji aktivitas antiarthritis in vitro menggunakan metode penghambatan denaturasi protein dari egg albumin dan bovine albumin terhadap ekstrak air daun lagundi laki-laki konsentrasi 100, 200, 400, 800 dan 1.000 µg/mL, diperoleh aktivitas penghambatan denaturasi protein yang tergantung dosis. Konsentrasi 1.000 µg/mL memberikan efek penghambatan denaturasi terhadap egg albumin dan bovine albumin masing-masing 88,04% dan 70,88%, sedangkan pemberian kontrol positif natrium diklofenak  100 µg/mL menunjukkan efek penghambatan masing-masing 80,24% dan 72,04%.9
Uji aktivitas antiarthritis in vitro menggunakan metode penghambatan denaturasi protein dari egg albumin terhadap ekstrak kloroform daun lagundi laki-laki  konsentrasi 50, 100, 200, 400 dan 800 µg/mL, diperoleh  aktivitas penghambatan denaturasi protein yang tergantung dosis. Konsentrasi 100 µg/mL memberikan efek penghambatan denaturasi terhadap egg albumin sebesar100%, besar penghambatan tersebut mendekati pemberian kontrol positif natrium diklofenak  50 µg/mL.10
 

Uji Pre Klinik In Vivo

Uji aktivitas antiinflamasi ekstrak etanol herba lagundi laki-laki dosis 100 dan 200 mg/kg BB dilakukan pada tikus albino jantan dan betina (n=3) galur Wistar menggunakan induksi udema dengan karagenan dan cotton pellet granuloma. Pada metode induksi karagenan, hasil menunjukkan bahwa esktrak pada kedua dosis menurunkan udema masing-masing sebesar 48,13 dan 57,18%. Indometasin 10 mg/kg BB sebagai kontrol positif menunjukkan penurunan udema sebesar 61,16%. Pada metode cotton pellet granuloma, ekstrak pada kedua dosis menunjukkan persentase penurunan bobot basah granuloma pada masing-masing dosis sebesar 37 dan 48,88%, serta bobot kering granuloma sebesar 41,37 dan 50%; sedangkan pada indometasin persentase penurunan bobot basah dan kering sebesar 54,81 dan 58,62%.11

Uji Klinik

Belum diperoleh data

Penyiapan dan Dosis

Jus yang dibuat dari 15-60 g daun segar/hari; seduhan 3-9 serbuk daun/hari.12
 

Penyimpanan

Simpan di tempat sejuk dan kering, di dalam wadah tertutup rapat, jauh dari jangkauan anak-anak.
 

Kandungan Kimia

Ekstrak metanol daun lagundi laki-laki mengandung senyawa glikosida iridoid: negundosida, agnusida; flavonoid: 5,3’-dihidroksi-7,8,4’-trimetoksi flavanon, 7-8 dimetilherbasetin 3-ramnosida, vitexicarpin.6,7

Daun mengandung flavonoid: hidroksi-3,6,7,3′,4′-pentametoksiflavon, 5,3′-dihidrokso-6,7,4′-trimetoksiflavanon; terpenoid (minyak atsiri): viridiflorol, β-karyofilen, sabinen, 4-terpineol, γ-terpinen, karyofilen oksida; 1-oseten-3-ol, globulol, asam betulinat, asam ursolat.8
 

  1. ITIS. Vitex negundo L. Taxonomic Serial No.: 32222 [Internet]. [cited 2014 Jul 23]. Available from: http://www.itis.gov/
  2. The Plant List. Vitex negundo [Internet]. 2013 [cited 2014 Jul 4]. Available from: http://www.theplantlist.org/
  3. Capareda E. Vitex negundo L. In: de Padua LS, Bunyapraphatsara N, Lemmens RHMJ, editors. Plant Resources of South-East Asia No 12(1): Medicinal and poisonous plants 1. Leiden: Backhuys Publisher; 1999. p. 501.
  4. Warrier PK, Nambiar VPK. Indian medicinal plants: a compendium of 500 species. Vol. 5. Chennai: Orient Longman Private Limited; 2002.
  5. http://www.tropicsphere.com/main/forums/viewtopic.php?f=2&t=8356
  6. Gautam LN, Shrestha SL, Wagle P, Tamrakar BM. Chemical constituents from Vitex negundo (Linn.) of Nepalese origin. Scientific World. 2008;6(6):27-32.
  7. Dı´az F et.al., Cytotoxic Flavone Analogues of vitexicarpin, a constituent of the leaves ofvitex negundo.J. Nat. Prod. 2003, 66, 865-867.
  8. Vishwanathan AS, Basavaraju R. amedicinally important plant.EJBS 3 (1); 2010: 30-42.
  9. Jain, D. K., Patel, N. S., Nagar, H., Patel, A., & Chandel, H. S. (2012). Anti-arthritic activity of tridax procumbens ethanolic extract of leaves. RGUHS J Pharm Sci, 2(4), 80–6. doi:10.5530/rjps.2012.4.1.11.
  10. Audipudi, A. V, Reddy, P. H. B., Vajha, M., & Bhaskar, C. V. S. (2014). Evaluation of anti-arthritic and immunostimulatory activities of chloroform extracts of leaves of Vitex negundo L . IJPPR, 6(2), 194–199.
  11. Saravana Kumar K, Nagaveni P, Mahaboob Subahan T. Evaluation of anti-arthritic activity of Vitex negundo Linn. IntJ Res Pharm Life Sci. 2013;1(1):1-4.
  12. Duke JA. Handbook of Medicinal Herb. 2nd Ed. LondonCRC Press.2002:p 302-303.
  13. Caldecott. T. Āyurveda: the divine science of life. Philadelphia: Elsevier Health Sciences; 2006.
  14. Tripathi YB, Tiwari OP, Nagwani S, Mishra B. Pharmacokinetic-interaction of Vitex negundo Linn. & paracetamol. Indian J Med Res. 2009 Oct;130(4):479–83.
  15. Das S, Kanodia L, Mukherjee A, Hakim A. Effect of ethanolic extract of leaves of Paederia foetida Linn. on acetic acid induced colitis in albino rats. Indian J Pharmacol. 45(5):453–7.
  16. Miskin N, Manjunath KP, Bhandarkar A, Bolakatti G, Katagi MS. Antipyretic activity of Vitex negundo Linn leaves extracts. RGUHS J Pharm Sci. 2012;2(2):78–81.
  17. Patel DM, Patel MA, Shah GB. Evaluation of the effect of Vitex nigundo leaves extract on bronchoconstriction and bronchial hyperreactivity in experimental animals. Pharmacologyonline. 2010;1:644–54.
  18. Chattopadhyay P, Banerjee S, Pathak MP, Agnihotri A, Karmakar S, Goyary D, et al. Acute and subchronic dermal toxicity of Vitex negundo essential oil. Cutan Ocul Toxicol. 2014 Mar;33(1):16–21.

Foto
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/a/a2/Vitex_negundo_NP.JPG