Informasi Umum Tumbuhan Obat

Nama Latin

Scutellaria baicalensis Georgi

Nama Indonesia

Baical skullcap

Suku

Lamiaceae

Sinonim

Scutellaria grandiflora Adams.
S. lanceolaria Miq.; S. macrantha Fisch.1

Nama Asing

Baical skullcap, Chinese skullcap, huang chin, huang lien, huang qin, huangqin, hwanggum, hwangkeum,
Koganebana, skull cap, senohgon, whang-geum, whangegum, wogon

Status Kelangkaan

Informasi Kurang

 

Nama Latin Simplisia

Radix Scutellariae

Deskripsi Makroskopis

Berdasarkan beberapa referensi yang disebutkan dalam monografi WHO monographs on selected
medicinal plants Vol.III (2007), S. baicalensis secara tradisional digunakan untuk demam, jaundice,
inflamasi, masuk angin, alergi, arterosklerosis, diare, dermatitis, hiperlipidemia dan
hipertensi.2,3,4
Pharmacopoeia of the People’s Republic of China menyebutkan dosis harian dekokta atau infusa
akar kering S. baicalensis adalah sebesar 3-10 g.5,6

Kegunaan Empiris

Berdasarkan beberapa referensi yang disebutkan dalam monografi WHO monographs on selected medicinal plants Vol.III (2007), S. baicalensis secara tradisional digunakan untuk demam, jaundice, inflamasi, masuk angin, alergi, arterosklerosis, diare, dermatitis, hiperlipidemia dan hipertensi.2,3,4

Pharmacopoeia of the People’s Republic of China menyebutkan dosis harian dekokta atau infusa akar kering S. baicalensis adalah sebesar 3-10 g.5,6

Toksisitas Akut

Uji toksisitas akut dekokta dan ekstrak etanol akar S. baicalensis dosis 10 g/kg BB peroral dan 2 g/kg BB intravena terhadap kelinci menyebabkan efek sedasi namun tidak memperlihatkan efek toksik.7 Uji toksisitas ekstrak air akar S. baicalensis dosis 2 g/kg BB intravena terhadap kelinci menyebabkan efek sedasi, namun setelah 8-12 jam pemberian menyebabkan kematian semua hewan uji. Setelah dosis diturunkan menjadi 1 g/kg BB tidak menyebabkan kematian.8 Sedangkan dosis 12-15 g/kg BB peroral terhadap anjing menyebabkan muntah tetapi tidak menimbulkan efek toksik.7 Uji toksisitas ekstrak metanol 70% akar S. baicalensis terhadap mencit diperoleh nilai LD50> 2 g/kg BB.8

Toksisitas Subkronis

Uji toksisitas ekstrak air akar S. baicalensis dosis 4 – 5 g/kg BB oral 3 kali sehari selama 8 minggu pada anjing tidak menyebabkan efek toksik.7

Toksisitas pada Organ Khusus

Pernah dilaporkan kasus penggunaan S. baicalensis 2 kali sehari 1 tablet selama 3 minggu menyebabkan jaundice akut dan hepatoseluler dengan nilai ALT 1.626 U/L, ALP 354 U/L, bilirubin 7,2 mg/dL, namun menunjukkan gejala perbaikan setelah penggunaan dihentikan. Laporan toksisitas organ hati juga ditunjukkan pada dosis 4 tablet sehari selama 2,5 minggu dengan tappering down menjadi 2 tablet sehari selama 4 hari (ALP 297 U/L, bilirubin 6,9 mg/dL).9

Uji Mutagenisitas

Uji mutagenisitas ekstrak air akar S. baicalensis 40 mg/lempeng terhadap Salmonella typhimurium strains TA98 dan TA100 tidak menunjukan mutagenik.10 Uji mutagenisitas ekstrak air akar S. baicalensis dosis 4 mg/323 kg BB intraperitoneal terhadap mencit setara dengan 10–40 kali pada manusia menunjukkan efek mutagenik.11

Uji Teratogenisitas

Uji teratogenitas ekstrak metanol 70% dari akar S. baicalensis dosis 500 mg/kg BB peroral terhadap tikus pada hari ke-13 kehamilan menunjukkan tidak adanya efek teratogen atau abortif.8 Uji teratogenitas ekstrak air akar S. baicalensis dosis 24,98 g/kg BB peroral terhadap tikus dengan usia kehamilan 8-18 hari menunjukan efek teratogen sedangkan pada kelinci tidak menunjukkan efek abortif.12

Kontraindikasi

Dikontraindikasikan bagi ibu hamil, pasien dalam perawatan dan anak di bawah usia 12 tahun.13

Efek yang Tidak Diinginkan

Diare, ketidaknyamanan pada pencernaan dan kerusakan hati.13

Peringatan

Hati-hati penggunaan dalam jangka panjang karena bersifat hepatotoksik.

Interaksi Obat

Terdapat beberapa laporan terkait penggunaan bersamaan S. baicalensis dengan beberapa obat berikut:14,15,16,17
1) Siklosporin: menurunkan kadar plasma siklosporin pada tikus.
2) Antikoagulan (warfarin): meningkatkan resiko perdarahan.
3) 11-β-hidroksisteroid dehidrogenase: menghambat kerja enzim.
4) Alkaloid berberina: dapat membentuk senyawa kompleks.

  1. JD. K. Chinese Herbs, Their Botany, Chemistry and Pharmacodynamics. Rutland, VT: C.E. Tuttle; 1976.
  2. Barnes J, Anderson L, Phillipson J. Herbal Medicines 3rd Edtition. Germany: Pharmaceutical Press;
    2007.
  3. WHO. WHO Monographs on Selected Medicinal Plants. Vol 3. Geneva: WHO Library Cataloguing;
    2007.
  4. WHO. Medicinal Plants in the Republic of Korea. Manila: WHO Regional Publication; 1998.
  5. Wu J-N. An Illustrated Chinese Materia Medica. New York: Oxford University Press; 2005.
  6. Pharmacopoeia of the People’s Republic of China (English Edition). Vol. I. Beijing, China: Chemical
    Industry Press; 2000.
  7. Chang H, But P, Eds. Pharmacology and Applications of Chinese Mat- Eria Medica, Vol. II. Singapore:
    World Scientific Publishing; 1987.
  8. Lee E. Teratogenicity of the extracts of crude drugs. Korean J Pharmacogn. 1982;13:116-121.
  9. Teschke R, Wolff A, Frenzel C, Schulze J. Review article: herbal hepatotoxicity – an update on
    traditional Chinese medicine preparations. Aliment Pharmacol Ther. 2014;40(1):32-50.
    doi:10.1111/apt.12798.
  10. Morimoto I. Mutagenicity screening of crude drugs with Bacillus subtilis rec-assay and
    Salmonella/microsome reversion assay. Mutat Res. 1982;97:81-102.
  11. XJ Y. A study on the mutagenicity of 102 raw pharmaceuticals used in Chinese traditional medicine.
    Mutat Res. 1991;260:73-82.
  12. Sung-Hoon Kim, Yong-Hwa Kim, Sang-Seop Han, Jung Koo Roh. Teratogenicity study of Scutellariae
    Radix in rats. Reprod Toxicol. 1993;7(1):73-79. doi:10.1016/0890-6238(93)90012-V.
  13. WHO. WHO Monographs on Selected Medicinal Plants. Vol 3. Geneva: WHO Library Cataloguing;
    2007.
  14. Lai MY, Hsiu SL, Hou YC, Tsai SY, Chao PDL. Significant decrease of cyclosporine bioavailability in rats
    caused by a decoction of the roots of Scutellaria baicalensis. Planta Med. 2004;70(2):132-137.
    doi:10.1055/s-2004-815489.
  15. Braun M, Cohen L. Herbs and Natural Supplements: An Evidence-Based Guide. Australia: Churchill Livingstone, Elsivier; 2007.
  16. Philp RB. Herbal-Drug Interactions and Adverse Effects: An Evidence-Based Quick Reference Guide.
    McGraw-Hill; 2004.
  17. Smet PAG. De, Keller K, Hansel R, Chandler R. Adverse Effects of Herbal Drug 2. Germany: Springer-
    Verlag; 1993.