Informasi Umum Tumbuhan Obat

Nama Latin

Chlorella vulgaris Beijerinck.

Nama Indonesia

Alga

Suku

oocystaceae

Nama Asing

Green microalgae

Status Kelangkaan

Informasi Kurang

 

Nama Latin Simplisia

Chlorella vulgaris

Kegunaan Empiris

Penelitian yang dilakukan oleh Venkataraman (1997) menyebutkan bahwa C. vulgaris termasuk
dalam kelompok blue green microalgae dimana suku Aztec dan Mesoamerican mengkonsumsi
alga ini sebagai sumber pangan.1

Toksisitas Akut

Uji toksisitas akut serbuk ekstrak C. vulgaris dari hasil infusa dosis 0, 1.000, 2.000 dan 5.000 mg/kg BB dengan menggunakan tikus Wistar jantan dan betina (n=5) selama 14 hari menunjukan tidak terdapat perubahan yang signifikan yang teramati. Nilai LD50 serbuk ekstrak C. vulgaris yang didapatkan sebesar > 5.000 mg/kg BB.2

Toksisitas Jangka Pendek

Uji toksisitas subkronis serbuk ekstrak C. vulgaris dari hasil infusa konsentrasi 0; 2,5; 5 dan 10% (dalam pakan tikus) dengan menggunakan tikus Wistar jantan dan betina (n=10) selama periode 28 hari menunjukan tidak adanya kematian atau kelainan klinis selama periode pengamatan. Pada kedua jenis kelamin terjadi peningkatan berat ginjal pada 10% populasi, dibandingkan dengan kontrol. Berdasarkan histopatologi ginjal nilai no-observed-adverse-effect-level (NOAEL) sebesar > 8,57 g/kg BB per hari untuk kelompok jantan dan > 8,62 g/kg BB per hari untuk kelompok betina.2

Uji Mutagenisitas

Uji mutagenisitas secara in vitro ekstrak air dan etanol C. vulgaris terhadap bakteri Salmonela typhimurium NM2009 menunjukkan bahwa ekstrak tidak menyebabkan mutagenisitas.2

Uji Teratogenisitas

Uji teratogenisitas serbuk kering C. vulgaris konsentrasi 1% (dalam pakan) pada mencit betina Fzt:DU yang diberikan sejak lahir dan dikawinkan pada usia 63 hari. Pada hari ke-18 kehamilan mencit dikorbankan, hasil pengamatan menunjukan tidak terjadi perbedaan pada jumlah janin, corpus luteum dan anak mencit dibandingkan kontrol. Anak mencit pada kelompok perlakuan menunjukan adanya sedikit peningkatan bobot badan.3

Uji Karsinogenisitas

Belum ditemukan penelitian uji karsinogenisitas C. vulgaris. Beberapa penelitian menunjukkan efek antikarsinogenik C. vulgaris pada mencit dan tikus.4

Efek yang Tidak Diinginkan

Beberapa uji klinis menunjukan bahwa konsumsi C. vulgaris dosis hingga 20 g per hari tidak menunjukan efek samping. Beberapa spesies Chlorella yang lain dapat ditoleransi hingga 100 g per hari.4

Peringatan

Pemberian infusa C. vulgaris konsentrasi 2,5; 5 dan 10% (dalam pakan tikus) pada tikus Wistar betina (n=10) selama periode 28 hari menunjukan peningkatan bobot badan secara signifikan pada 10% populasi.

Interaksi Obat

Terdapat beberapa laporan terkait penggunaan bersamaan C. vulgaris dengan warfarin: dapat meningkatkan hasil thrombotest (IT) di atas normal karena C. vulgaris banyak mengandung vitamin K sehingga dapat menurunkan efek antikoagulan warfarin.5

  1. Safi C, Zebib B, Merah O, Pontalier P-Y, Vaca-Garcia C. Morphology, composition, production,processing and applications of Chlorella vulgaris: A review. Renew Sustain Energy Rev. 2014;35:265-278. doi:10.1016/j.rser.2014.04.007
  2. Himuro S, Ueno S, Noguchi N, Uchikawa T, Watanabe K. Safety evaluation of mutagenecity, acute
    and subacute toxicity study of Chlorella vulgaris CK-22 in rats. Fundam Toxicol Sci. 2014;1(4):151-
    159.
  3. Janczyk P, Langhammer M, Renne U, W. SB, Guiard V. Effect of feed supplementation with Chlorella
    vulgaris powder on mice reproduction. Arch Zootech. 2006;9.
  4. FDA. RFI’s Chlorella Vulgaris GRAS Self Affirmation. College Park; 2011.
  5. Ohkawa S, Yoneda Y, Ohsumi Y, Tabuchi M. [Warfarin therapy and chlorella]. Rinshō shinkeigaku =
    Clin Neurol. 1995;35(7):806-807. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/8777808.